Halal bihalal sekaligus Reuni Akbar antar Angkatan IMABA Yogyakarta
| Milad IMABA jogja Ke-XII [dok.imabajogja] |
YOGYAKARTA- Ikatan Mahasiswa bata-bata (IMABA) yogyakarta merayakan Milad yang ke- XII, selasa (10/8) lalu di Ashela coffe, Jl. Jenengan raya, jenengan maguwoharjo, kec. depok, sleman, Daerah istimewa yogyakarta.
Menurut wakil ketua IMABA jogja, Taretan Badrut Tamam, sudah semestinya milad itu dirayakan, mengingat perjalanan IMABA jogja dari tahun-ketahun bukan membutuhkan waktu yang sebentar. Sehingga dengan adanya perayaan milad ini bisa mengingatkan perjuangan imaba jogja dari tahun-ketahun. “karena salah satu perayaan yang sakral di IMABA jogja adalah perayaan milad, ” katanya.
Perayaan milad IMABA jogja yang ke-XII tersebut di hadiri langsung oleh Taretan Ahmadun (ketua IKABA jogja), Taretan Syaifuddin (penasehat IMABA jogja), mantan kordinator wilayah jogja(MANWIL) dan anggota-anggota IMABA baik yang yang masih aktif ataupun yang sudah tidak aktif lagi di IMABA.
Milad IMABA jogja kali ini dibarengi dengan tahlil bersama yakni mengenang 40 hari wafatnya RKH. Muhammad Tohir Abdul Hamid (pengasuh pondok pesantren mambaul ulum bata-bata). Tahlil tersebut di pimpin langsung oleh ketua IKABA jogja, Taretan Ahmadun.
Cerdas dalam intelektual anggun dalam bermoral merupakan tema perayaan milad IMABA jogja yang ke-XII. Tema tersebut mengingatkan kita pada tri khidmat IMABA yaitu religius, akademis dan transformatif.
Menurut Ketua Panitia, Taretan Hafidz, Tema kali ini sangat bersangkut paut dengan moto pondok pesantren kita yaitu Kesopanan Lebih Tinggi Nilainya Daripada Kecerdasan. "kita sebagai mahasiswa di tuntut cerdas dalam intelektual agar kita tidak di bodohi oleh perkembangan zaman yang ada, setelah kata intelektual ada kata anggun dalam bermoral yang mana moral kita harus anggun, dalam kata lain cantik ataupun bisa menjaga attitude seperti yang telah di ajarkan di pondok pesantren kita yaitu Mambaul ulum bata bata " Ujar Taretan Hafidz saat memberikan sambutan.
Hastag Milad IMABA jogja yang ke-XII kali ini adalah 12tahunDadiDulur yang mana pada tahun-tahun kemaren hastagnya adalah MakanBareng dan KoncoTidur , sehingga jika di satukan menjadi Dadi Dulur (jadi saudara) atau (tettih tretan) bahasa madura.
Taretan Syaifuddin selaku pemateri di perayaan milad IMABA jogja yang ke 12 beliau mengatakan. ”imaba itu masih sangat terkait dengan pondok dan temen-temen harus memberikan kontribusi pada pondok,” harapan beliau keteman teman IMABA jogja adalah disamping tetap melestarikan tradisi dari pondok berkreasi hal-hal baru itu penting.
![]() |
| Ilustrasi cinta dan mencintai [pixabay/pixel2013] |
![]() |
Ilustrasi negri para penipu [steemkr/muzammilrusli] |
Terkenal kesegala penjuru
Tentu saja bagi yang tak tahu malu
Inilah sorga sorganya sorga
Negeriku Negeriku
Begitu bunyi petikan lirik lagu yang dibuat dan dinyanyikan seorang musisi legendaris Indonesia Iwan Fals. Beliau adalah salah satu musisi yang terkenal berani dalam mengkritik pemerintah lewat syair-syair lagunya. oleh sebab itu beliau bukan hanya terkenal sebagai musisi namun juga terkenal sebagai kritikus pemerintah yang disalurkan lewat lagu-lagu ciptaannya. Dari beberapa potong lirik lagu Iwan Fals tadi, bisa diartikan bahwa Iwan Fals sedang meratapi nasip negerinya yang semakin hari semakin di isi oleh para pejabat pemerintah yang sukannya menipu dan membohongi rakyat.
Sudah menjadi fenomena lumrah bagi rakyat Indonesia ketika menjelang pemilu, akan banyak politikus yang sok-soan bersikap dermawan serta memberi perhatian lebih kepada rakyat, dengan berjanji begini dan begitu untuk mendapatkan perhatian dari rakyat sehingga jalan politiknya tercapai. namun itu hanya terjadi saat menjelang pemilu, lalu setelah pemilu mereka bagaimana? Jawabannya banyak dari mereka seakan lupa atas tugas dan wewenang apalagi pada janji yang mereka buat sebelum pemilu serta gambaran kedermawanan hilang tanpa jejak dan kemudian malah mereka satu-persatu berjajar dengan baju orange KPK terkena oprasi tangkap tangan korupsi.
Politikus dengan keadaan korupsi di Indonesia seperti mata uang, walaupun tidak semua politikus melakukan korupsi tapi fonomena korupsi bagi politikus merupakan sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dengan banyaknya kebijakan yang tidak tepat, serta dengan fonemena ini banyak para pejabat negara yang dalam penindakannya tidak jelas ujungnya Seperti kasus korupsi bank Century yang dilakukan oleh Budy Mulya telah menyebabkan kerugian Negara mencapai Rp 8.012.221.000.000;. Angka yang sangat besar bagi kerugian Negara. Namun kasus ini masih belum juga terselesaikan dan masih mandek di meja KPK.
Selain itu, fenomena yang tak kalah biasanya di Indonesia denga isu-isu korupsi, yaitu isu ketidak adilan hukum. Isu ini juga sering terjadi dan stetmen bahawa “Hukum Indonesia hanya berlaku bagi kaum bawah dan tidak berlaku bagi kaum atas dan elit politik” atau istilahnya Hukum Indonesia itu tumpul ke atas dan tajam kebawah, .seringkali bergulir karena fakta yang terjadi di lapangan emang demikian.
Salah satu fenomena dari istilah hukum Indonesia “Tumpul ke atas dan runcing kebawah” adalah penegakan hukum pada seorangn nenek tua yang berusia 67 tahun yang biasa di sebut Nenek Asyani. dia dituduh telah mencuri balok kayu jati di lahan perhutanan di desa Jatibanteng, Situbondo. dia divonis satu tahun penjara. Sementara itu ada beberapa tindak pidana kasus korupsi yang dilakukan oleh Heru Wahyudi yang sudah nyata mennyebabkan kerugian pada Negara sebesar 31 miliar hanya divonis dengan satu tahu enam bulan penjara. Hal ini sangat jauh berbeda dengan tuntutan yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum delapan tahun enam bulan penjara. Peristiwa tersebut membuktikan bahwa hukum sudah dikuasai oleh para orang yang ber uang sehingga mampu membuat hakim tega memanipulasi hukum dan mengorbankan profsionalitasnnya sebagai seorang pengacara atau hakim dengan imbalan segepok uang.
Sebagian potret kehidupan bernegara di Indonesia yang diuraikan di atas hanya sebagian kecil dengan Indonesia yang memiliki kompleksitas dari keberagaman dari aspek agama, suku, budaya, dan Bahasa. Maka tidak heran sering kali terjadi konflik interest antar masyarakat Indonesia ini.
![]() |
Ilustrasi di ujung persimpangan [pixabay/jplineo] |
![]() |
| Ilustrasi keberagamaan masyarakat [kulkulbali.com] |
Penulis: Abd. Shamat
![]() |
Maulid nabi muhammad SAW [id.pngtree.com] |
Pada bulan Rabiul Awal tanggal 12, tahun Gajah. Bertepatan pada 20 April 571.M merupakan hari dimana Nabi umat Islam lahir, peran dan kontribusi nyata, baik yang berkaitan dengan tatanan sosial seperti penghapusan perbudakan, masih dapat kita rasakan sampai sekarang ini. Tidak ayal bagi kita umat Muslim merayakan kelahirannya, sebagai momentum awal meluapkan rasa cinta dan syukur pada sang cipta, karena sudah menciptakan dan mengutus Nabi Muhammad SAW. sebagai antitesa dari kehidupan yang sudah tidak bermoral.
Dalam tulisan ini kami akan mencoba membahas “ Merayakan Maulid Nabi” melalu pisau analisis filsafat pragmatisme. Sehingga akan mucul beberapa pertanyaan, kenapa hari kelahiran Nabi Muhammad dirayakan? Apakah perlu merayakannya? Atau hanya pemenuhan hasrat kewajiban sosial, yang sebenarnya tidak wajib tapi toh selayaknya dilakukan. Beberapa problematika itulah yang coba kami jelaskan dalam tulisan singkat ini.
a. Mengenal Wajah Pragmatisme.
Sebelum lebih jauh pembahasan ini, saya akan coba sedikit menjelaskan pisau yang akan digunakan, sebab ketika kita salah memahami dan menggunakan pisau, akan berakibat pada hasil yang akan kita peroleh, semisal pisau untuk membelah roti, tapi kita gunakan untuk menyembelih ayam.
Kata pragmatisme berasal dari kata Yunani fragma yang mempunyai arti tindakan atau perbuatan, sehingga pragmatisme merupakan aliran filsafat yang mempunyai pandangan bahwa kebenaran adalah segala sesuatu yang membuktikan darinya sebagai yang benar dengan melihat pada akibat dan hasil yang bermanfaat secara pragmatis, faham ini berangkat dari logika pengamatan, dimana manusia, fakta individual terpisah dari satu dengan yang lain, sehingga dunia tampil apa adanya dan semua perbedaan diterima begitu saja.
Teori pragmatisme sendiri menekankan pada fungsi (John Hospers,43:1999) yang dapat dirasakan secara kongkrit oleh yang mengamati. Apalah daya suatu mobil dengan segala kerumitannya, ketika tidak bisa berjalan, sebab subtansitas dari mobil ketika berjalan. Apa gunanya pula ketika kita menyatakan makhluk yang paling rindu dan cinta pada Nabi Muhammad, ketika membacakan shalawat dan merayakan kelahirannya saja enggan.
b. Bentuk Nyata Kecinta-an Pada Nabi Muhammad SAW
Perayaan kelahiran Nabi Muhammad merupakan manifestasi nyata yang dimiliki oleh seorang muslim dalam mencintai Nabi Muhammad, sehingga tidak ayal bagi indivudu masyarakat yang mencintai Nabi merayakan hari kelahirannya dengan ragam kepercayaan yang dimilikinya, seperti membaca shalawat sembari membeli buah untuk disedekahkan. Meski pada dasarnya Islam sendiri tidak pernah memberikan bantuk hukum yang nyata bagi yang merayakan kelahiran Nabi Muhammad.
Dalam hal ini saya akan mecoba mensintesiskan antara perayaan kelahiran Nabi dengan cinta, mengapa dengan cinta? Sebab cinta sendiri mengandung dua unsur. Pertama, sedalam apapun faham atau ucapan mengenai cinta itu tidak akan ada artinya kecuali ditransindenkan supaya dapat dirasakan kehadirannya. Kedua, cinta akan terus tubuh, seperti halnya teori pragmatisme yang akan terus berbenah diri, John Dewey pernah mangatakan bahwa yang paling penting dalam suatu perbuatan atau tindakan mempunyai peran nyata bagi kehidupan kemanusiaan (Harun Hadiwijono,1980: 130) wujud perayaan merupakan bentuk nyata dari rasa cinta terhadap Nabi Muhammad SAW.
Adanya perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sebagai jembatan penghubung antara rasa cinta yang dimiliki umat Muslim dengan Nabi Muhammad sendiri. Paham pragmatisme yang selalu menekankan pada fungsi, pelayanan dan kegunaan, termanifestasi nyata dalam bentuk perayaan pada kelahiran Nabi. Saat kamu mengatakan cinta saat itu pula kamu harus tahu pada setiap sudut apa yang kamu cintai, mulai dari perjalanan hidupnya sampai sosial kultural yang mempengaruhinya, jika cenderung kamu tidak mengetahui satu hal pun tentangnya sama saja seperti seekor sapi yang berkata ia bisa menyelamatkan teman- temannya sebelum menjadi kornet atau daging panggang. wallahu taala a’lam
IMABA YOGYAKARTA- Dalam rangka perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW atau yang lebih dikenal dengan Maulid Nabi kembali digelar oleh IMABA (Ikatan Mahasiswa Bata-Bata). Perayaan maulid nabi tersebut dirayakan pada malam sabtu tanggal 6 November 2020, Pukul 19:30-22:00 WIB. Acara tersebut dilaksanakan di OMAH PMII, Yogyakarta. Maulid kali ini berkolaborasi dengan IKABA JOGJA (Ikatan Alumni Mambaul Ulum Bata-Bata), Dengan tema “BERMAULID DAN MENINGKATKAN NILAI SOSIAL DIMASA PANDEMI”.
Kegiatan dihadiri oleh anggota IMABA JOGJA dan IKABA JOGJA, juga turut hadir pula, berbagai instansi seperti, Orpes (Organisasi Pesantren), Orda (Organisasi daerah), Sesepuh Madura yang berdomisili di Yogyakarta, dan Pengurus demisioner Imaba Jember.
Acara maulid dan bakti sosial kali ini mengundang para anak yatim dari PP. Darun Najah. Ada beberapa rentetan acara pada malam hari tersebut, diantaranya, pembacaan asyraroful anam yang merupakan salah satu acara yang wajib ada saat perayaan maulid nabi, dan ada juga acara pemberian bingkisan kepada anak panti dan juga pemberian simbolis dari ketua panitia dan koordinator wilayah kepada ketua panti yang mana pada saat itu diwakili oleh Moh. Robert Syaiful Islam.
Acara tersebut juga turut mengundang Bapak Mambaul Bahri, S,Th,I, selaku ketua PW NU Care Laziznu daerah Yogyakarta untuk menjadi pemateri pada acara tersebut. Beliau mengatakan “bahwa acara yang diadakan kali ini sangat bagus, karna ditengah-tengah pandemi saat ini, kalian dapat merayakan kelahiran nabi Muhammad Saw dan juga mencontoh salah satu akhlak beliau yaitu bersedekah”. Ujarnya
“Harapan dengan adanya acara kali ini, kita berkumpul bersama-sama merayakan maulid Nabi, bukan hanya sekedar perayaan dan memperingati setalah itu selesai. Akan tetapi dengan merayakan maulid Nabi bisa menambah kecintaan kita kepada Nabi dan kita bisa flashback lagi bagaimana beliau memperjuangkan agama khususnya nilai-nilai keislaman dan membawa akhlaq yang terpuji sehingga apa yang beliau lakukan harus kita ikuti dan kita terapkan dalam kehidupan sehari hari. insyaallah dengan adanya acara ini selain merupakan bentuk upaya kita meneladani Rasulullah SAW, juga menjadi modal sosial yang sangat berharga bagi kita semua terutama di masa pandemi kali ini” Ujar Ainul Yaqin ketua panitia, disela-sela sambutanya.
Miftahul Arifin, Koordinator Wilayah DPW IMABA JOGJA, Menyampaikan bahwa "perayaan maulid pada kali ini mungkin berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dikarenakan perayaan maulid pada malam ini merupakan merupakan acara kolaboratif antara IMABA dan IKABA, hal tersebut menjadikan cerminan bahwasanya antar IMABA dan IKABA mempunyai pola kordinasi yang baik. Mengingat tema " Bermaulid dan Meningkatkan Nilai Sosial di Masa Pandemi", tersebut mencerminkan bahwa pandemi yang sering kita kambing hitamkan, pandemi yang digadang-gadang sebagai tidak terlaksananya program kerja, pada kenyataannya tidak demikian. Adanya acara pada malam hari ini menunjukkan bahwasanya IMABA dan IKABA masih eksis dalam kondisi apapun". Ujarnya.
Reporter: Hafidz
Editor : Jurnalistik DPW IMABA YOGYAKARTA
Pada Malam
Oleh: Samsul Adnan
Pada malam, Renungan
Berselimut ke ubun-ubun
Sinar lampu terhalang pohon sabu
Jiwa rimpuh ingin terus mengabdi.
Bersemayam pada citra, yang
Tersimpan Rapi di galeri.
Sekali saja aku katakan
Tidak akan lagi bersungut-sungut
Jujur pada masa
Meski tak akan hinggap.
Pada malam senantiasa,
Berdo'a di keheningan
Bersama kertas suci,
Dan menggarap tubuhmu.
Biarlah aku di penjara dosa-dosa
Meliang di pinggir sungai, Rerumputan.
Terguyur sesaat menggali
Setelahnya, menjamah tubuh mu
Merengkuh hingga tersimpuh
Merawat ke dalam Bak mandi
"Kita telah membuat benih"
Pada malam hari nanti
Kau tak akan lagi suci, Dan
Aku tak akan lagi mau mengabdi.
Pada suatu malam nanti
Kita akan terpisah
Dari tempat tidur bawah.
Pagi ke sawah
Sore ke ladang
Kamu saja berdandan
Persiapan malam selanjutnya.
Cerita pada malam
Bahwa bersenggamaku
Ilusi
Fiksi
Dan halusinasi.
Yogyakarta, 19 Oktober 2020
Founding father juga merumuskan tujuan negara dengan sangat jelas, yang disebutkan dalam pembukaan Undang-undang Dasar yaitu menciptakan pemerintahan yang melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Tujuan negara yang luhur sepantasnya diaktualisasikan dalam tingkah laku pemerintah serta jajarannnya dalam penerapan kebijakan dengan hukum sebagai instrumen. Hukum sebagai instrumen akan cacat ketika para pembuat hukum dan pelaksana hukum adalah orang-orang yang tidak akuntabilitas dan tidak sesuai dengan yang diharapkan seperti yang tercermin dalam asas-asas pokok pemerintahan yang baik.
Kejanggalan Omnibus law
Pertama, Isu terbitnya Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker), telah menimbulkan konflik baru dalam masyarakat, bukan hanya bagi buruh yang merasa jaminan serta haknya dilucuti seperti pemberlakuan Cuti dan istirahat, Upah, Pasangon, Jaminan Sosial, serta PHK yang kesemuanya di beberapa poinnya malah merugikan.
Bagi mahasiswa dan masyarakat luas yang merasa memilki kewajiban moral untuk menyuarakan pikiran serta isi hati merasa terdzolimi oleh Pemerintah serta DPR dalam proses pengesahannya yang dilakukannya pada tanggal 5 Oktober 2020, di suasa Covid-19 yang mestinya Pemerintah dan DPR mengutamakan kesehatan masyarakat bukan malah mengesahkan RUU Ciptaker yang urgensinya tidak ada.
Kemudian materi undang-undang yang dianggap lebih Pro pada investor sangat menyakiti masyarakat terdampak seperti buruh dan masyarakat adat nantinya, dalam Naskah Akademik RUU Ciptaker investasi dikembalikan ke teori pertumbuhan Solow-Swan pada tahun 50-an bahwa Investasi dipercaya sebagai faktor pertumbuhan, sedangkan di beberapa negara yang maju ekonominya menempatkan human capital dan inovasilah yang menjadi penentu pertumbuhan ekonomi, sangat disayangkan keadaaan ini terjadi di Indonesia.
Kedua, Indonesia mempunyai aturan pembuatan perundang-undangan yang telah diatur dalam UU No 12 tahun 2011, tapi yang banyak aturan dalam pasal tersebut tidak dipatuhi oleh Pemerintah dan DPR dalam proses penyusunan RUU Ciptaker, dari tahap penulisan naskah akademik hingga tahap pengesahan yang terjadi pada 5 Oktober 2020, kemaren. Walaupun RUU Ciptaker secara teori perundang-undangan menggunakan metode omnibus law yang tidak sama dengan yang dianut Indonesia tapi bukan serta merta Pemerintah dan DPR mengabaikan UU No 12 Tahun 2011 sebagai instrumen tersebut.
Dengan tidak tunduknya pemerintah terhadap UU No 12 tahun 2011, yang dulunya mereka sepakati Bersama menimbulkan prasangka bahwa kedua Lembaga tersebut sebenarnya tidak sungguh-sungguh menjalakan tugasnya yang diberikan oleh Undang-undang Dasar.
Ketiga, minimnya keterbukaan pemerintah atas yang sebenarnya terjadi dengan pengesahan undang-undang tersebut. Keadaan ini sangat dirasakan betul oleh kawan buruh, mahasiswa serta masyarakat luas ketika mereka menyampaikan aspirasi dimuka umum, atas pengesahan yang dilakukan oleh Pemerintah dan DPR atas UU Ciptaker. Mengacu pada RUU yang baru disahkan, Jokowi malah menyatakan diketerangan Persnya menyebut “saya melihat adanya unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja yang dasarnya dilatar belakangi oleh disinformasi mengenai subtansi UU ini dan hoax di medsos”.
Sehingga kawan-kawan buruh, mahasiswa dan masyarakat merasa bingung, penyebar Hoax sebenarnya siapa di keterangan yang dipublikasikan di website Menko Perekonomian yang diupload pada 7 Mei 2020 RUU Ciptaker berisi 1028 halaman, kemudian informasi yang beredar pasca pengesahan pada 5 Oktober 2020 RUU Cipta kerja dengan ketebalan 905 Halaman. Menurut sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar yang dikutip di Media Indonesia menyebutkan bahwa RUU yang dalam paripurna adalah 905 Halaman kemudian setelah diperbaiki format, spasi serta hurufnya menjadi 1035 halaman. Kemudian dalam konfrensi yang dilakukan oleh DPR RI yang diwakili oleh M. Aziz syamsuddin pada tanggal 12 Oktober 2020 bahwa Undang-undang tersebut ternyata ada 812 halaman.
Dari sini sangat jelas ada ketidak sinkronan data RUU Ciptaker antara Pemerintah dan DPR dalam rangka menjelaskan pada publik atas informasi RUU Ciptaker. Pernyataan Jokowi atas Hoax yang terjadi di medsos menjadi blunder karena nyatanya pemerintah sendiri tidak jelas juga atas RUU Ciptaker yang sebenarnya.
Dari hal ini masihkah kita harus mendukung pemerintah untuk menerima RUU Ciptaker agar diterapkan di Indonesia sedangkan RUU ini sangat merugikan nasib buruh, serta mencederai kepercayaan mahasiswa serta masyarakat pada pemerintah dan DPR sebagai Lembaga yang diberikan kewenangan oleh Undang-undang Dasar untuk menciptakan kesejahteraan.
Moh ainul yakin
Divisi jurnalistik
Peran Mahasiswa untuk Desa
YOGYAKARTA- kemarin, Ikatan Mahasiswa Bata-Bata(IMABA) Yogyakarta melaksanakan kegiatan diskusi Rutinan satu bulan satu kali, yang di gagas oleh divisi intelektual dengan tema “PERAN MAHASISWA UNTUK DESA”. Diskusi tersebut dilaksanakan di Keraton DPW IMABA Yogyakarta dan juga Live di akun FB IMABA Yogakarta sendiri, dikarenakan sebagian anggota IMABA masih belum bisa kembali ke Yogyakarta( 14/9/2020)
Kegiatan tersebut turut mengundang ABD MUQHTI. S.Sos, sebagai pemantik dalam diskusi.Beliau juga termasuk salah satu demisioner pengurus IMABA Yogyakarta pada masanya. Anggota IMABA yang masih baru turut menghadiri dan memeriahkan jalannya diskusi.
Fathurridho selaku moderator menyampaikan tema ini merupakan salah satu bentuk untuk menguatkan kepakaan kita sebagai mahasiswa , karena mahasiswa harus menjadi peran penting bagi masyarakat dan desanya sendiri dan, kita sebagai generasi agen of change atau agen of social control harus mengubah mainset yang tidak baik bagi regenration demi kemajuan sebuah desa baik dari segi SDA,SDM dan lain-lain.
Dalam diskusi tersebut pemantik menyampaikan sekaligus menyarankan bagi kita semua ketika sudah pulang kerumah masing-masing, buatlah organisasi masyarakat,pemuda atau mahasiswa untuk menyatukan semua pemikiran tentang bagaimana mensejahterakan desa. Seperti halnya di salah satu desa di madura ada pemuda yang bisa mengumpulkan masyarakat desa dengan membuat organisasi. Memang tidak mudah menyatukan banyak pemikiran menjadi satu. tapi dengan cara melihat peluang apa yang ada disitu,sepertinya halnya contoh perkumpulan anak Gank, kenapa kita tidak mendekati mereka? Kita cari siapa powernya . Setelah sama sama dekat kita bawa mereka ke inti awal pelan-pelan” Pesannya.
(REDAKSI)
Di Bukit Madura
Oleh: Funky Zubair Affandi
Panas kerontang teman nelayan sisir laut
jala dijinjing diatas sampan
doa dirapal
Anak dan keluarga dikejar ombak riuh
angin mengejar dari belakang
Mengerlap bahu petani ojheng keringat harap
dan arah cangkul menjadi rumah kala hujan
menjadi tanda sepasang tubuh memar dibajak koin kerikan
Kehidupan yang masih sempurna
tatanan tetap terjaga
Madura ditanam menjadi hiasan karangan sudut-sudut rumah
Madura
Adalah kolam susu siapa yang tidak tahu
dengan biru buminya madura tidak stroke, kanker, iri dan dengki, impotensi dan penyakit gengsi
Di bukit Madura
Aku membaca puisi
aku melihat kehidupan yang tentram
jauh dari polusi
jauh dari erupsi
jauh dari korupsi
jauh dari caci maki
jauh dari cuci tangan kambing hitam
jauh dari penguasa yang kejam
jauh dari tatanan masyarakat yang dangkal
Pasir pantai yang panjang gemuk akan belaian air bibir pantai yang beradu mesra dengan burung-burung kicau
Batu karang yang kokoh
populasi ikan-ikan tertata dari kampung-kampung
dusun
desa
kabupatan dan kota
Dari bukit Madura
Jelas terdengar suara panggilan shalat anak-anak kecil membaca shalawat
dan para bapak tua menyenandung pojokan rumah reot
Sesama kerabat, tetangga dijaga
Jaga mulut jaga hati
senantiasa sabar dalam diri
Puisi ku terbentur sapi kerapan memanggil senyum pada pipinya yang ranum
Sapi kerapan itu menari-nari mengelilingi kota dengan suara kaki-kaki mirip seperti ringkikan rindu kekasih pada malam hari
Madura
Adalah rumah-rumah topi menunduk depan
halaman luas tetanaman tumbuh tanah subur mengali air sumur
Kucur slamatan dan ketan menabung persaudaraan mengiring doa-doa ke tanah nenek moyang
Disini Madura
Sawo matang, kuning telur dan putih kulit tidak dibedakan
Madura mengenal adat persaudaran yang kental
Madura mengenal cinta yang panjang
Madura mengenal kasih dan sayang
Madura tempat teduh yang nyaman
Madura pulau dengan segala keharmonisan
Madura adalah celurit terpampang diatas ubin kamar simbol ketawadhuan
Di bukit Madura
Puisiku dibawa semilir
angin tertiup salam dari sakera bapak dengan kumis tebal
tokoh madura yang dikenal
Dari bukit Madura aku melihat
Para tokoh masyarakat, kyai dan ustadz mengangkat tangan setiap pertiga malam
doa-doa mereka melintasi langit
Berbinar layaknya bintang gemintang
Rakyat atas bawah menyatukan tangan memajukan pendikan, kebun, pasar, toko-toko klontong, dan masuk ke dalam penjual asongan
Madura
Adalah waktu yang sampai tuhan menjanjikan
Madura
Adalah ruang dengan segala
Madura
Pada puisiku berkumandang.
CANGKEMMU!
Oleh: Funky Zubair Affandy
Virus Corona belum juga kelar
Guru dan dosen mengajar
Rumah tungku api
Angin melahap diri
Bukan karena virus corona, kemiskinan kouta, jauh jangkaun, atau juga aparat Negara kerjanya itu-itu saja
Virus corona anugerah
Berkat dia suami istri yang LDR sudah lama serumah
Buruh istirahat dulu
Pendidik mengurusi anak dan ibu
Mahasiswa mabuk kopi buatan sendiri
Kata-kataku dari diskusi
Masyarakat Indonesia terlalu uh, ah dan ih
Rahangnya tandus
Matanya pun penuh ingus
Pelbanyak tadarus
Siapa tahu ajal mengendus
Tanah Indonesia kaya
Dimana ada semakmur Indonesia
Masyarakatnya teratur bayar pajak
Aparatnya teratur pula korupsinya
Dimana ada seindah Indonesia
Keberagaman budaya dan bahasa
Petinggi kuasa beruforia mengagungkan kursi kekuasaanya
Ada yang pajang mobil keluaran baru di statusnya
Ada juga cekrek poto di restoran dan memakai baju di mol ternama
Bertamasya bunga sakura
Dimana ada seindah Indonesia
Masyarakat kecil makan nasi belum tentu
Ada bantuan banyak tangan genit kepentingan melorot satu-satu
Duh virus corona gambar deritamu.
Rumah Teater, Agustus, Duapuluh-Duapuluh.
"Tak ada yang menyadari bahwa sebagian orang menghabiskan energi yang sangat besar hanya untuk menjadi normal."
(Albert camus)
Setiap mahluk hidup tidak bisa menghindar dari yang namanya energi, energi bahkan sudah menjadi bahan pokok dalam kehidupan manusia seperti halnya: air, nasi, angin dan semacamnya. Pada saat prasejarah manusia sudah menemukan energi meski cuman energi seadanya seperti halnya energi kayu bakar sebagai alat memasak, energi matahari sebagai alat untuk mengeringkan pakain atau mengeringkan sejenis makanan (ikan teri dan rumput laut).
Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi yang mulai modern, manusia mulai menemukan banyak energi seperti: minyak bumi, batubara, bio desel dan energi panas bumi yang sudah banyak di terapkan di indonesia salah satunya di daerah Dieng, Jawa Tengah. Batubara merupakan energi yang di gunakan untuk pembangkit listrik melalui uapnya. Pada abat ke-18 batubara yang bisa memperoduksi uap di gunakan sebagai alat penggerak mesin yang berada di industri-industri besar di kawasan Eropa, sehingga menjadi suatu hal yang baru di kehidupan manusia pada masa itu.
Sumber Energi batubara di gunakan sebagai sumber energi sejak zaman dahulu sampai sekarang. pada abad ke-19 mulailah minyak bumi di temukan pada zaman itu minyak bumi di gunakan sebagai alat penggerak generator yang bisa menghasilkan energi primer untuk pemanas dan penerangan. Sehingga mulai sedikit menggantikan energi batubara.
Dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin pesat khususnya di negara kita, pemamfaatan energi menunjukkan suatu hal bahwa kehidupan manusia tidak bisa di jauhkan dari energi, meski energi tersebut yang di gunakan bukanlah energi yang dapat di perbarukan, artinya suatu saat energi tersebut bakal habis. Kita sebagai manusia harus menjadi manusia yang kreatif dan inovatif untuk mencari energi yang dapat memenuhi semua manusia dan bisa bertahan lama sampai berakhirnya alam semesta ini.
Secara harfiyah, istilah energi berasal dari bahasa Yunani yaitu ergon, yang berarti “kerja”. Jadi, kalau difinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan kerja atau usaha. Dalam ilmu fisika, energi merupakan suatu besaran turunan dengan satuan N.m atau joule. Berdasarkan undang-undang yang tercantum di UUD negara kita Nomor 30 Tahun 2007 tentang energi, definisi energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja yang dapat berupa panas, cahaya, mekanik, kimia, dan elektromaknetik. Sumber energi berasal dari energi yang bisa menghasilkan energi baik itu berupa gerak maupun yang bisa merubah gelap menjadi terang (listrik dan cahaya).
Secara sederhana, energi salah Satu yang bisa membantu ke berlangsungan hidup kita, lebih-lebih di bidang perusahaan besar yang lebih dominan menggunakan tenaga mesin pasti membutuhkan banyak energi baik itu energi listrik, minyak bumi, atau batubara. Sebelum kita melengkah lebih jauh tentang energi kita harus tau bentuk-bentuk energi !. dari saking banyaknya energi di muka bumi ini ada beberapa energi yang harus lebih ketahui seperti halnya:
Energi kinetik, merupakan rumusan dari energi kecepatan seperti halnya kecepatan angin yang bisa menghasilkan energi listrik semakain kencang angin yang di rasakan makan semakin banyak pula energi yang bisa di hasilkan. Energi potensial, suatu energi yang tersimpan di dalam suatu energi seperti air yang mempunyai berat jenis suatu air.
“Jika ada kesalahan dari tulisan maupun yang lainnya mohon di maklumi karena saya cuman sebagai manusia yang tidak bisa di perbarukan tapi cuman bisa menemukan suatu yang baru atas izin-Nya”
Penulis; A. Rizky Wahyudi (Wakil koordinator DPW IMABA Yogyakarta)
IMABA Yogyakarta Rayakan Milad ke-11
di Suasa Pandemi Covid-19
Yogyakarta – Milad IMABA
Yogyakarta ke -11 kembali
dirayakan dengan tema, “Berdikari
Bersama IMABA Yogyakarta Di Masa Pandemi” sukses dilaksanakan, Kamis malam (20/09/20). Milad yang pelaksanaanya
memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 dilaksanakan di Gedung Lkis diikuti
oleh sejumlah calon anggota, anggota, pengurus, alumni serta simpatisan IMABA
Yogyakarta.
Perayaan kali ini tidak seperti tahun
sebelumnya, pandemi covid-19 membatasi hadirnya beberapa anggota IMABA
Yogyakarta secara langsung di Gedung Lkis, sehingga untuk mensiasati
problematika tersebut panitia pelaksana memfasilitasi anggota IMABA Yogyakarta
yang tidak bisa hadir dapat mengikuti acara Milad melalui live Instagram
@imabajogja.
Kordinator IMABA Yogyakarta, Miftahul Arifin. Dalam sambutannya berharap “tretan-tretan (sapaan akrab IMABA) IMABA lebih bersemangat untuk berproses di IMABA, walaupun
dalam masa atau kondisi pandemi,” tuturnya.
Puncak
kegiatan dari milad dilakukannya pemotongan
tumpeng oleh Penasehat IMABA Yogyakarta, yakni warsis Mawardi, dan
dilanjutkan dengan pesan serta harapan untuk
IMABA Yogyakarta kedepannya “Di hari ulang
tahun IMABA Yogyakarta yang ke sebelas ini, kita harus lebih memperkuat lagi
akan persaudaraan kita, biar IMABA lebih solid kedepannya” Pesannya.
(Redaksi)
"Cinta adalah perbuatan dharma dengan tanpa Pamrih apapun." ~Sun Tzu
Berbicara soal cinta, kita pasti di ingatkan dengan suatu waktu,
tak kala ketika rasa menggebu-gebu menginginkan atau ingin memiliki seseorang
yang dicintai.
Dalam tulisan ini saya akan menjelaskan atau memaparkan sebagian
kecil dari buku Teguh Wangsa Gandhi HW yang berjudul " The Sun Tzun's Art
of loving"
Sejak
kecil Sun Tzu bernama Chen wu. Sun Tzu lahir di Negeri Qin, lahir di tengah
keluarga militer yang bermarga Chen. Sejak kecil ia sangat akrab dengan
Pendidikan maupun praktik perang. bahkan Sun Tzu bisa dibilang masa kecil nya
sempurna ketimbang teman-temannya. Maka dari itu ia dengan mudah melewati masa
muda nya tanpa banyak kesulitan dan beban.
Perjalanan
Cinta Sun Tzu
Dalam peristiwa busur (Pertumpahan Darah antara kerajaan) disitulah
Cinta Sun Tzu dimulai, ketika keluarga Sun Tzu membatai habis-habisan seluruh
keluarga kekasihnya, didepan mata dan kepalanya. Saat pembantaian terjadi ia bisa
mengecoh ayahnya dan menyelematkan kekasihnya dari pertumpahan darah tersebut.
Tapi Sayang disuatu kemudian hari Sun Tzu tidak bisa menyelamatkan kekasih nya
dari kamatian sebab bunuh diri, karna dilema dan sakit hati yang mendalam.
Saat itulah sun
Tzu menjadi pemurung, ia merasa bersalah atas apa yang menimpa sang kekasih
beserta keluarga nya. Meskipun hidupnya serba berkecukupan bahkan lebih, luka
tetap saja luka, sulit untuk disembuhkan, apalagi sang kekasih yang ia sangat
Cinta pergi tuk selamanya.
Walau
bagaimanapun waktu bukanlah obat yang mampu mampu membuat jiwa tersebuhkan dari
luka. Waktun hanya mampu mengaburkan luka tidak begitu kentara. Akan tetapi
dalam kenyataannya, luka tetap saja luka, yang pedihnya selalu menimbulkan
derita. 'maka mati' begitu kata Sun Tzu "tetaplah mati"
Sun Tzu
mengalami bentrokan batin yang kuat, sehingga ia memutuskan untuk mengembara.
Dalam pengembaraannya ia banyak mendapatka pengalaman hidup, dari berbagai desa yang ia lewati
dalam pemgembaraan dan dalam pengasingan dirinya ia banyak merenungkan berbagai
keluh-kesahnya seperti hidup yang dialami nya.
Selama dalam
pengasingan, hal utama yang sun Tzu renungkan adalah tiga hal yang berkaitan
dengan masa lalunya yakni kebenaran, dharma dan cinta. Tiga hal tersebut lekat
sekali dingatan nya, karna sejak di usia muda ia sering mendengarkan dari
Gurunya, yang berulang kali menjelaskan padanya.
Kenangan sun
Tzu dan kakeknya terpintas di benak Sun Tzu saat Dulu kakenya bertanya tentang
peletakan hidup " pada hal apa, engkau meletakkan hidup dan matimu..?
Lalu sun Tzu menjawab "Kakek, hidup manusia akan bermakna jika
ia senantiasa meletakkan hidup dan matinya dalam tiga hal yang tidak bisa
dipisah-pisah; yakni kebenaran, Dharma, dan cinta. Pada tiga hal inilah, hidup
dan mati yang saya miliki, akan saya letakkan.
"Lalu apa yang kamu ketahui tentang kebenaran ?"
"Kebenaran adalah melihat sesuatu dengan apa adanya, tanpa
menambah atau menguranginya."
"Lalu apa yang kamu ketahui tentang dharma?"
"Dharma adalah menjalankan tanggung jawab dan panggilan hidup
sesuai ketetapan Langit dengan sebenarnya."
"Lantas apa yang kau ketahui tentang cinta?"
"Cinta adalah perbuatan dharma dengan tanpa pamrih
apapun."
Begitulah Sun Tzu dengan cerdas nya menjawab pertanyaan sang kakek, sehingga kakeknya makin menyayangi Sun Tzu.
SUPRA
JURNALISTIK DPW IMABA YOGYAKARTA